Taman Ismail Marzuki dalam pandangan yg berbeda
Monday, February 28th, 2005dulu, saat aku bersamanya. TIM serasa tidak seperti hari ini (28 Feb’05). sekarang sepi, kumuh, tidak menghibur… hanya sudut TIM yang menjual buku2 dan cd yang bisa menarik perhatianku untuk dikunjungi sementara waktu, dan tentu saja warnetnya, kalo kamu membacanya aku duduk di tepat dibawah "harap berlaku sopan", mungkin pantat damaimu pernah duduk disini. saat masuk dari pintu pertama, pandanganku langsung menyapu seluruh sudut. mungkin menemukan dirinya, biarpun bingung harus berekspresi seperti apa nantinya. karna rasa tertipu yang lebih banyak bercokol dihati ini
logat jakarta terdengar dimana2, tapi belum aku dengar logat jakarta bercampur aceh disini. kalo aja mendengarnya mungkin jadi nightmare kali yah?! dia pemain sandiwara terbaik yang pernah aku temui lsg sampai saat ini
love and hate colide…