Archive for June, 2005

Rumah Seribu Cermin

Friday, June 24th, 2005

Di sebuah desa kecil, ada sebuah rumah yang dikenal dengan nama "Rumah Seribu Cermin." Suatu hari seekor anjing kecil sedang berjalan-jalan di desa itu dan melintasi "Rumah Seribu Cermin". Ia tertarik pada rumah itu dan memutuskan untuk masuk melihat-lihat apa yang ada di dalamnya. Sambil melompat-lompat ceria ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu depan. Telinga terangkat tinggi-tinggi, ekornya bergerak-gerak secepat mungkin.Betapa terkejutnya ia ketika masuk ke dalam rumah, ia melihat ada seribu wajah ceria anjing-anjing kecil dengan ekor yang bergerak-gerak cepat. Ia tersenyum lebar, dan seribu wajah anjing kecil itu juga membalas dengan senyum lebar, hangat dan bersahabat. Ketika ia meninggalkan rumah itu, ia berkata pada dirinya sendiri, "Tempat ini sangat menyenangkan. Suatu saat saya akan kembali mengunjunginya sesering mungkin." Sesaat setelah anjing itu pergi, datanglah anjing kecil yang lain. Namun,anjing yang satu ini tidak seceria anjing yang sebelumnya. Ia juga memasuki rumah itu. Dengan perlahan ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu. Ketika berada di dalam, ia terkejut melihat ada seribu wajah anjing kecil yang muram dan tidak bersahabat. Segera saja ia menyalak keras-keras, dan dibalas juga dengan seribu gonggongan yang menyeramkan. Ia merasa ketakutan dan keluar dari rumah sambil berkata pada dirinya sendiri, "Tempat ini sungguh menakutkan, saya takkan pernah mau kembali ke sini lagi."

antara adaptasi dan gambaran ideal kehidupan sosial

Monday, June 20th, 2005

antara adaptasi dan gambaran ideal kehidupan sosial, kemanakah kita harus memilih? apakah akan memaksakan diri mengikuti keadaan sekitar sementara hati kecil mengatakan ‘there’s a better way to live n socialization’? apalagi jika anda seseorang yang punya banyak sampel contoh macam2 kehidupan bermasyarakat? jika terlalu beradaptasi anda mungkin akan MENYEMBUNYIKAN KARAKTER DIRI ANDA dalam jangka waktu yang lama, jadi mungkin tidak akan ada yang pergi ke gua Hira ataupun seseorang yang menjadi seorang Budha? karena terlalu sibuk memikirkan kesalahan diri mengapa tdk bisa adaptasi (WALAUPUN MUNGKIN TIDAK ADA YANG SALAH, hanya cuma tidak sama). jika terlalu mengikuti gambaran ideal kehidupan sosial mungkin juga anda akan mengalami penolakan jika ternyata banyak yg tidak sama dengan anda? apalagi jika menghadapi lingkungan yg HOMOGEN. karena jika beberapa tidak sejalan dengan anda maka sangat kemungkinan besar itu berarti HAMPIR SEMUANYA. apalagi jika homogen itu ditunjang dengan kurangnya wawasan tentang kehidupan sosial masyarakat lain. Jadi apakah anda jadi salah satu org yang ‘berjalan ke gua hira’? atau mengorbankan banyak hal untuk bisa ‘berjalan dengan semua org’? apapun akhirnya, semoga itu cukup berarti.

Plagiat

Tuesday, June 14th, 2005

i learn it from u…

Lagi bosen…

Saturday, June 11th, 2005

Ngapain yah enaknya… makan mie? :D…. hehehe…