Archive for January, 2006

Tourism Guide

Wednesday, January 18th, 2006

Indonesia_1Kalo kita browsing di internet, di situs2 traveling internasional. Di situ ada petunjuk tentang negara2 yang akan kita tuju, bagaimana mesti berperilaku, bagaimana mesti berpakaian, bagaimana ketika memasuki daerah2 tertentu, apa respon masyarakat sekitar akan sikap tertentu, cukup lengkap. Bahkan untuk negara2 yang jarak keduanya cuma sekitar 500km. lalu aku pikir. kenapa Indonesia gak buat itu untuk setiap propinsinya? mengingat indonesia termasuk negara yang luas, panjang mungkin sekitar 4000km, lebar mungkin sekitar 2000km, terpisah2kan lautan, pasti banyak sekali karakter manusia yang ada di dalam indonesia. Tentu susah kalo tidak mengerti jalan pikiran orang sekitarmu, apa lagi kalo tidak ada yang menuntunmu, karena mungkin kebanyakan orang bersikap "kamu seharusnya sudah tau sendiri, kamu kan sudah gede". The worst case is: "you don’t came around here, i don’t like u because of that". It’s happen, and it’s a fact.

Someone told me about definition of ‘coming home’

home : where most of your day is about brotherhood

homeless : where most of your day is only surviving

btw, excuse my english… :)

Next Topic: The Real Definition of SENSITIVE

(Kenapa harus ada next topic? supaya saya gak lupa… huehehe)

Jaime Escalante

Monday, January 16th, 2006

James_e Aku kagum ama guru satu ini, guru yang benar2 bisa menginspirasikan murid2nya dan mengubah cara pandang hidup muridnya.

dia membuat sejarah dalam dunia pendidikan di amerika dengan meluluskan semua muridnya pada AP calculus exam 1982. padahal sekolah tempatnya bekerja hampir kehilangan akreditasnya. dan murid2nya termasuk golongan yang ‘tidak diharapkan’ oleh masyarakat. kelulusan murid2nya dalam test bergengsi itu menghasilkan kecurigaan dari pihak penguji kalo murid2nya nyontek("gak mungkin gitu lho" mungkin pikir pengujinya), akhirnya diadakan test ulang dan semuanya tetap lulus, bahkan 5 diantaranya lulus dengan nilai sempurna, hal ini membuktikan bahwa muridnya tidak curang dalam ujian. Jaime Escalante menjadi pahlawan, bagi murid2nya, bagi masyarakatnya, bagi sekolahnya.

Bagiku dia pahlawan sejati…(berarti ada pahlawan gak sejati ya? huehuehe) yang tujuan akhinya adalah kebangkitan orang yang ditolongnya… pahlawan tak sejati punya tujuan utama berbeda. biarpun keduanya tetap dalam kemasan menolong orang lain.

ini salah satu link interview dengan Jaime Escalante:

http://www.govtech.net/magazine/visions/feb98vision/escalante.php

berbeda & tak berbeda

Sunday, January 15th, 2006

Kadang, ia hanya ingin sama dengan yang lainnya,

Beberapa saat, mungkin menarik untuk menjadi berbeda.

Lalu setelah sekian lama, maka akan mulai mengganggu,

Ia akan mulai menyadari kalau ada yang ia tidak bisa dapatkan hanya karena menjadi berbeda…

Kadang ia berkhayal orang lain akan memaklumi perbedaan dirinya… namun pada suatu saat ia menyadari itu hanya khayalan.

Penampilan yang sama, fisik yang sama, bahasa yang sama, logat yang sama.

Memang itu semua tidak dapat dipungkiri bisa menghadirkan rasa dekat.

Pernahkah kamu jalan dikeramaian dan melihat seseorang yang penampilannya begitu cakep/jelek  sehingga menarik perhatian sekelilingnya?

Atau orang yang fisiknya begitu sempurna ataupun orang cacat yang menarik perhatian orang (tapi semua orang berusaha menyembunyikan perhatiannya akan kecacatan orang lain untuk alasan kemanusiaan). Ataupun telingamu tertarik dengan bahasa yang tidak pernah kamu dengar, ataupun logat yang aneh?

Kamu mungkin tertarik tapi kamu mungkin akan susah untuk merasa familiar/akrab. Karena segala hal yang kita tidak familiar, jarang disekitar kita, membutuhkan jalan yang lebih panjang untuk sampai ke otak kita.

Pernahkan kamu diambang batas kesadaran. Seperti baru bangun tidur, atau kelelahan, atau banyak pikiran, pokoknya sesuatu yang meembuatmu malas/tidak bisa untuk berkonsentrasi. Dengarkanlah suara2 dalam kepalamu pada saat2 seperti itu… dalam bahasa apakah itu? Dengan nada/logat bagaimanakah itu? Musik apa yang menjadi backgroundnya? Atau bayangan2 di dalam kepalamua? Seperti apakah bentuknya? Seperti apakah orang2nya…

ITULAH KAMU SEBENAR BENARNYA KAMU! Itulah apa yang sampai ke otakmu dengan cepat… itulah sebenarnya hal2 yang membuat kamu nyaman kalo kamu berkecimpung dengan itu… hal2 yang lebih ringan untuk kamu hadapi setiap harinya… lebih sedikit membuat kamu lelah.

Kamu tidak bisa menipu dirimu sendiri. Karena itu semua terbentuk pada saat usia sekolahmu.

Itupun yang ia rasakan.

Ia menyadari tidak ada gunanya berusaha bisa seperti orang lain.

Tidak ada gunanya pura2 nyaman dengan orang yang berbeda dengan dirinya.

Dan ia akhirnya bisa menjawab…

Dimanakah kampung halamannya?

Yaitu dimana ia masih sekolah. Bukan kampung halaman ayah ibunya

Orang suku apakah ia?

Yaitu suku orang dimana ia bersama dalam usia sekolah. Bukan suku ayah ibunya

Apa bahasa ibunya?

Yaitu bahasa yang didengar dalam kepalanya. Yang dapat langsung dipahaminya meskipun dalam keadaan setengah sadar. Bahasa yang punya arti saat dia dalam keadaan setengah sadar bukan seperti suara2 yang tidak dapat dipahaminya kecuali ia berkonsentrasi. Dan lagi, bukan bahasa ibu kedua orang tuanya.

Kemana ia bercita2 menghabis masa tuanya?

Yaitu tempat yang selalu terkenang olehnya semenjak lepas masa sekolah. Bukan tempat impian kedua orang tuanya.

Dan iapun menyadari mengapa terkadang ia susah merasa dekat dengan lingkungannya, karena itu bukan lingkungan yang berada di alam bawah sadarnya.

Bukan lingkungan familiarnya.

Jika beberapa orang ‘menolak’ untuk dekat dengannya, ia pun maklum, karena mungkin orang itu pun seperti ia, ingin mencari sesuatu yang tidak membuatnya lelah, karena jalan yang lebih panjang menuju otak, karena sesuatu yang tidak familiar, orang itu ingin relaksasi

mendengar musik yang biasa teringang didalam kepalanya

mendengar bahasa yang biasa terngiang dalam kepalanya

bersama orang yang sering terbayang dalam kepalanya.

Karena iapun sebenarnya seperti itu.

Ia selalu bertanya2 dalam hatinya:

Karena ia lelah menterjemahkan segala sesuatu setiap harinya

Karena ia benci dengan suara2 yang tidak ia mengerti artinya kecuali ia benar2 dalam keadaan sadar.

“Ya Tuhan, kapan saya pulang?”

Tanya…

Friday, January 13th, 2006

Kalo ‘Paranoid’ artinya orang yang selalu ngerasa ‘everybody try to "get" her/him’

Lalu buat orang yang selalu ‘try to "get" everybody else’ istilahnya apa?