Archive for May, 2006

ikut2an

Saturday, May 27th, 2006

temenku kemaren cerita dia datang ke kawinannya saudaranya , dan disana ada syaharani nyanyi diiringi bandnya, disitu ada salah satu pemain biola berbakat yang memang hanya orang tertentu saja yang tahu riwayat karirnya (well emang gak sepopuler radja band sih, hehehe), ceritanya nih dia poto itu pemain biola dengan semangat berhubung dia tau, dan teman2nya pun nanya "kamu poto siapa sih?", "itu tuh, pemain biolanya", "emangnya dia siapa?", "itu pemain biola dari kecil lho, sering main dimana2 , sewanya mahal lho", "oya?". dan selang beberapa saat kemudian yang lainnya ikut2an ambil photo. padahal tak kenal, jadi kan gak sayang ya…?

denger cerita itu aku jadi inget obrolan lucu ama adekku dulu. suatu saat ada acara sejenis infotaiment gitu deh. ada tiesto disitu. berita tentang dia waktu di bali. adekku: "yee yee tiesto, tiesto…!" ambil gaya joget2 yang rada diheboh2in gaya anak abg. rada heran juga aku tanya "lhooo emangnya tantri tau tiesto?"   "tau"   "dari mana?"    "dari temen2"     "emang tau lagunya?"     "mmmm kayaknya pernah denger deh di radio"    "emang kayak apa?"    " yaaaaa gitu2 deh, ya kayak DJ"   "suka?"    "biasa sih, tapi temen2 kok kayaknya suka"     "oooooo"  sambil aku rada gedubrak dikit dalam hati.  "tau gak mas? katanya tiesto itu kalo tanya harga barang ke penjual2 di bali malah dikasih gratis aja lho mas (mungkin maksudnya sofenir yang gak mahal2 amat), malah sampai ada yang buka toko khusus untuk didatangi tiesto" well, gak salah sih kalo adekku merasa ‘harus’ ikut senang ke tiesto. mungkin aja dipikirannya gak terlintas kalo mungkin penjual2 itu royal ke tiesto bukan karena musiknya, tapi karena bali jadi rame, omzet bertambah, lalu penjual itu berpikir gada salahnya kalo dia "balas budi" ke tiesto. well ini salah satu kemungkinan. buat yang suka tiesto saya sama sekali gak bermaksud melecehkan kok. jadi, adekku kan gak kenal musiknya tiesto. jadi kan gak sayang ya…?

ada pola yang sama di 2 kasus diatas kayaknya…  hehehe

makanya saya sering percaya selera orang tua, mereka seringkali jujur pada dirinya sendiri hal apa yang mereka suka dan tidak, mereka hanya ingin menikmati hidup.

celah hatimu

Friday, May 5th, 2006

dari matamu kuliat celah hatimu
menunggu untuk orang yang tepat untuk mengisinya

mungkin aku bukan orang yang tepat
bisa saja aku mengubah celah menjadi retakan
yang akan meninggalkan cacat untuk kamu kenang seumur hidupmu
karena retakan hati itu tidak akan hilang hanya dengan pelipur lara

hatikupun punya, sesuatu yang aku kenang seumur hidupku
bukan untuk kau gantikan
maaf, begitulah manusia
tidakku bergombal

manusia, tidak akan lupa akan kenangan…
buatlah kenangan baik sebanyak2nya
agar kita menjalani hari tua dengan senyuman
saat merenung.. kembali mengulang puluhan tahun yang lalu dalam lamunan

akupun selalu ingat akan keburukan2ku dimasa lalu
dan selalu sedih saat mengenangnya.
jangan, jangan bertambah lagi.

Tiada berguna jika kuhanya menambah luka
Tiada ingin ku mengenang itu di masa tua.
Namun…
Takkan ku tahu jikaku hanya berdiam