Archive for August, 2006

lifetime memory

Sunday, August 20th, 2006

akankah kutemui saat itu lagi…
saat aku sedang berdesak2an mengurus administrasi kuliah yang payah prosedurnya, kamu hanya berdiri disitu, dengan sabar menunggu ditempat yang bisa aku lihat dan kamu bisa lihat aku dan menunggu tanpa memanjakan diri (dengan makanan atau minuman), karena kamu tahu aku sedang kepanasan dan kesempitan diantrian yang rame, kamu seperti mengirimkan semangat setiap pandangan kita bertemu, orang mungkin bilang kamu merugi, tp kamu tak peduli…
saat aku sedang sakit, kamu memilih dirimah saja biarpun akupun tidak akan tahu jika kamu jalan2 keluar bersama teman2mu, tapi kamu merasa aneh jika bersenang2 saat aku sedang sakit.
saat kamu sedang sakit kamu berusahaan tidak memperlihatkan kesakitanmu pada saat kita ngobrol agar tak mengganggu obrolan kita, padahal aku tahu kamu sedang sakit.
saat aku meninggalkan kota, kamu berusaha menahan tangis agar aku tidak berat meninggalkanmu, tapi aku tidak mampu untuk membalas ketegaranmu, karena kita akan berpisah sekitar 1 tahun.
dan saat kamu rindu, kamu tidak menunggu hingga malam untuk menelfonku, padahal duit yang bisa kamu hemat bisa untuk membeli pakaian2 yg kamu suka atau hal2 untuk kesenanganmu sebagaimana perempuan2.
bagi beberapa orang sikapmu hanya bisa ditemui di cerita2, tapi kamu melakukannya dengan kenyataan yang jelas.
maafkan aku yang begitu dangkal membalas cintamu…
dan saat aku minta maaf padamu

kamu ucapkan kalimat yang biasa kamu ucapkan tanpa canggung;

"aku sudah maafin kamu sebelum kamu minta maaf"

_______________________________________________________________________

kalo kita mengira hampir semua cerita yang indah adalah dongeng, mungkin kita hanya hidup terlalu ‘keras’. setelah mengenalmu aku selalu berpikir 2 kali sebelum memutuskan sebuah cerita indah hanyalah dongeng belaka… dan merasa gemas jika melihat ada org yang risih melakukan sesuatu yang manis hanya karena takut berkurang imej ‘tangguh’nya. berani melakukan sesuatu yang manis tanpa canggung adalah arti sebuah ketangguhan yang kupelajari darimu.
dan ini adalah sebuah cerita dari pria yang benar2 hidup di dunia ini…

jangan bilang siapa2 kalo aku sudah tahu

Monday, August 14th, 2006

aku sudah tau, tapi aku benci orang lain jika tau bahwa aku sudah tahu.

aku mencintainya tapi aku berusaha menahan senyum saat mendengar namanya

saat rindu padanya aku tersenyum, seakan2 untuk orang sekitar padahal aku tahu senyum itu untuknya…

lalu menyesal kenapa baru mengenalnya, dan tiba2 menyadari hidup tidak harus seperti yang sebelumnya.

menyadari bahwa ada 1001 cara untuk berekspresi, dan beberapa lebih indah dari yang lainnya. ingin, tapi bepikir 2 kali saat melihat jalan menujunya lebih banyak tantangan.

mungkin lebih baik terus berpura2 belum tahu?

penciptaan desert rose by sting n cheb mami

Wednesday, August 9th, 2006

"Sting composed it," Mami says, "and when he decided to do the duet, he sent me the song. I started to work at my home. I tried to find the parts where we had to sing. I worked two weeks on it, until 3 and 4 in the morning. I didn’t want to disappoint him, because it was already an honor for me, and I really wanted to do a good job."

Sting, on the other hand, says he didn’t tell Cheb Mami what the song was about as he shared the melody with him, waiting to see what would come from the collaboration.

"I’m singing about longing — romantic, philosophical longing," he says. "He came back a week later with some lyrics and started to sing them, and they sounded great to me.

"I said, ‘What are you singing about?’ and he said, ‘Well, I’m singing about longing.’

"So that proved to me that the music was telling the story, not the other way around."

_________________________________________________________________________

Ini yang selalu ingin dikatakan oleh instrumentalis, kadang orang bertanya2 kenapa lagu instrument punya judul? kan gak ada lyricnya? knapa gak kayak mozart aja?(judulnya kaku; song in E minor, etc…). buatku beberapa lagu instrument ada yang hanya berbunyi indah aja, tapi tidak beremosi, buat yang beremosi, tidak ada salahnya penciptanya ngasih judul sesuai saat lagu instrument itu diciptakannya.

numpang lewat aja?

Saturday, August 5th, 2006

banyak hal menjadi lebih mudah kalo kamu punya status. kalo kamu berumur 30an dan punya karir bagus, kemungkinan kamu akan dihormati oleh orang2 yang tau statusmu. kemungkinan kamu untuk mengalami diskriminasi, dimarahi, dikasari, dan yg gak enak2 lainnya akan lebih kecil. status yang gampang tertebak salah satunya adalah umur. coba kamu duduk dipinggiran jalan ruang publik terbatas kalo kamu sudah berumur 40an, kebanyakkan orang akan lewat depan kamu dengan derajat kebungkukan yang sekitar 10 derajat lebih ke bawah :D dari pada kalo kamu cuma usia 20an, maksudnya sopan kali, tapi buat saya pribadi, saya tidak melihat badan membungkuk2 sebagai ekspresi kesopanan, karena saya tidak melihat nilai kebaikan dalam sebuah bungkukan badan, tapi saya tidak memandang negatif hal itu kok, hanya saja hal itu saya golongkan ke dalam kesopanan yang merepotkan, sama seperti hal penggunaan tangan kanan dan tangan kiri, tangan kanan sering ditempatkan sebagai tangan sopan, kalo kamu memberikan sesuatu ke orang lain, lebih sopan pake tangan kanan, tapi aturan itu bisa di’batal’kan hanya dengan mengucap permisi/maaf, lalu kamu bisa ulur tangan kirimu, lalu buat apa? kalo kamu memang bener2 menganggap tangan kanan mulia dan tangan kiri tidak pantas untuk org lain kenapa gak berusaha lebih keras untuk menggunakan kananmu biarpun lagi sibuk? atau miringkan badanmu daripada sekedar kata permisi yang datar, lalu semua beres?

sebuah penghormatan yang dinikmati terlalu dalam akan merusak perjalanan rohani seorang manusia, itu yang pernah dikatakan seorang sufi yang saya lupa namanya. Nabi Muhammad SAW juga pernah menampakkan itu dalam suatu pertemuan yang ia terlambat datang karena suatu halangan, lalu para sehabat berdiri dari duduknya untuk menghargainya, dan beliau bilang "jangan berdiri untuk menyambutku". biarpun beliau tidak mengharamkan penghormatan seperti itu, tapi bisa kita lihat bahwa Nabi Muhammad SAW sangat menjaga kualitas perjalanan rohaninya. mungkin beliau tidak ingin hatinya terlalu jauh menikmati penghormatan itu. yang itu saja beliau hindari, apalagi perlakuan penghormatan kepada seorang raja yang ketika orang selepas menghadap harus mundur dengan dengkulnya dan muka tetap menghadap rajanya dalam radius beberapa meter.

jika kamu melepaskan semua status yang kamu peroleh, kecuali yang tidak bisa ditanggalkan seperti jenis kelamin, umur, dll. orang2 akan bereaksi ke kamu seperti bagaimana kamu kelihatannya, kalo penampilan kamu keliatan bodoh, mungkin org akan mensimplekan cara bicaranya saat ngobrol dengan kamu biarpun sebenarnya kamu pemenang olimpiade fisika internasional ataupun prestasi non akademis lainnya tapi dia tidak tahu itu. lebih mudah dan cepat lagi untuk melihat bagaimana keadaan sosial suatu masyarakat pada saat kamu masih pada masa sekolah. kalo kamu sudah jadi presiden tentu kemanapun kamu pergi, akan banyak kemudahan buat kamu, dan setiap tempat yang kamu kunjungi akan terlihat lebih baik dari pada sewaktu kamu biasa2 saja. kalo kamu pernah pindah2 rumah dengan keluargamu pada usia sekolah kamu akan lebih cepat tahu keadaan masyarakat sekitar lebih cepat dari pada orang tuamu. orang tuamu akan dihargai dengan statusnya dan kamu yang tidak punya apa2 akan lebih rentan. itulah mengapa, mudah untuk enjoy bepergian kemana2 ketika kamu sudah punya status (biasanya kalo sudah agak berumur), apalagi jika hanya hitungan hari atau minggu. stay if u want to know, kalo surga adalah nilai 10 dan neraka adalah nilai 1 dan kamu pernah tinggal di keduanya, kamu adalah juri sejati, tapi jika kamu hanya pernah tinggal di salah satunya… jika neraka maka kamu tidak tau ada tempat yang lebih indah, jika surga maka sebaliknya, dan kamu akan kesusahan jika keluar dari ’surga’ seperti halnya nabi Adam yang belajar tinggal di bumi. itulah mengapa jika ingin tau suatu hal seutuhnya kamu harus cukup menghabiskan banyak waktu untuk hal itu, teman baru setelah menjadi lama, yg awalnya gak asik lama2 kok asik2 aja, sedangkan mungkin yang dulu ketemu pertama asik malah jadi gak asik. mobil baru kalo cuma buat jalan2 dalam kota mah mana bisa tau ketahanannya…

terlalu lelah lalu mati ditengah jalan

Friday, August 4th, 2006

ketika kita terbang tinggi
kita mendengar petuah hanya seperti suara angin biasa
diatas sana semua keliatan rendah
kamu merasa kamu ‘melihat’ paling luas dan jelas.
lalu karena terlalu senang, kamu lupa bahwa semua punya batas.
tidak ada yang abadi…
kamu tiba2 merasa lelah sekali karena kurang memperhatikan bahwa sebenarnya kamu sudah lelah dari tadi.
lalu kamu mendarat dengan buruk sekali karena kurang tenaga dan konsentrasi.
dibawah kamu mendengar petuah yang tadi.
"jangan terbang terlalu lama, jatuhnya tidak nyaman"
lalu kita sadar bahwa mereka juga pernah terbang seperti kita,
hanya saja kita terlalu angkuh saat itu untuk menyadarinya…
temanku sayang. waktu dan jarak akan membunuhmu.
jangan terbang terlalu lama,
terlalu lelah lalu mati di tengah jalan.

informasi 101

Friday, August 4th, 2006

pernah liat program2 seperti itu di internet?

kamu mendaftar jadi member dan bisa menjawab pertanyaan orang2 yang bersedia membayar untuk pertanyaannya dan kamu mendapatkan duit dari situ, ataupun sebaliknya, kamu membayar untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaanmu.

sebenarnya saya sadar setiap hal dan usaha ada harganya, untuk mendapatkan suatu pengetahuan tentu perlu usaha, dan kalopun kamu mendapatkan sesuatu informasi dengan mudah, maka itu seperti anugrah karena beberapa org yang lain mungkin medapatkan informasi serupa dengan yang kamu dapatkan dengan susah payah.

pertama melihat program2 seperti ini saya sedikit kecewa… karena terus terang saya berpikir apa saya harus keluar uang untuk setiap pertanyaan yang ada di kepala saya(prinsip ekonomi main nih… hehe), karena kadang kalo mau cari informasi lewat search enggina aja bisa. Di satu sisi program ini menghargai ilmu pengetahuan, bahwa setiap orang yang mengetahui sesuatu dihargai usahanya dalam pembelajarannya dalam bentuk uang. dari ilmu yang gampang memperolehnya (seperti how to ripping a CD), sampe ke yang susah (seperti bagaimana tahapan pesawat antariksa mendarat kembali ke bumi dengan aman :P), semua ada biayanya.

tapi tetap aja kok, ada orang yang baik bagi2 informasi dengan segitu gampangnya, seakan2 dia untuk belajar itu gampang aja, biarpun saya tahu pasti untuk dapet pengetahuan seperti itu pasti dia banyak lewat tahapan, sungguh hatinya baik sekali org seperti ini.

kadang aku berimajinasi begini: apa karna sekarang jaman informasi semua informasi harus arahnya ke duit? jangan2 kalo saya lagi di jogya trus tanya ama org di jalan; "mas, jalan ke borobudur arah mana?" "wah, mas kalo pertanyaan seperti itu di google answer dihargai hampir 1 dollar. gmn mas? mau?" hahahahaha :))

apa latar belakang org yang baik sekali mau bagi2 informasi gratis? mungkin dia sudah sampai pada pemahaman hidup ‘berguna bagi orang lain’. yg saya tahu kalo sebenarnya tahapan pemahaman hidup org bisa dilihat dari kontribusinya ke lingkungan, apakah kita bersosialisasi hanya untuk dapat manfaat untuk dirinya n jarang bermanfaat untuk org, apa kita bermanfaat untuk org hanya kalo kitapun lagi butuh manfaat dari org, atau merasa tak berguna kalo gak bermanfaat buat org. kadang yang terakhir ini seperti khayalan, apa ada sih yg seperti itu? org yang terakhir itu perasaan cuma aku liat di serial film silat cina jaman dulu waktu video masih pake kaset gede, yang dulu sering aku tonton, filem cina ngamuk kata bapak saya, karna banyak adegan laganya biarpun dramanya juga kuat (no offense, ini cuma guyonan bapak saya), btw waktu itu saya suka sekali filem silat cina klasik. tapi belakangan aku melihat tanda2 bahwa kemungkinan seperti itu memang ada, biasanya org spt itu orang yang tidak ikut dalam ‘perlombaan kehidupan’. bukan berarti dia tidak mampu, hanya saja mungkin dia tidak merasa penting untuk ikut. bukan berarti dia tidak punya apa2, hanya saja mungkin dia tau yang dia punya bukan hanya karena usahanya saja.

tapi setiap orang punya rasa kebutuhan untuk dihargai, dan puji2an yang wajar menjadi hak org yang ikhlas bagi informasi. seperti halnya bagi2 makan ke tetangga2. saya ingat waktu kecil dulu kadang2 suka disuruh anter2 makanan kalo ada makanan lebih ke tetangga2. reaksinya tentu lain2 dari yang terimanya datar2 aja. ampe yg kayak; "makasih ya dek, wah ini kue yang biasa ibu masak itu yah, wah asik nih, makasih ya!".

saya selalu senang ama org yang bertanya dengan terpuji, dalam arti gak gengsi waktu nanya, berekpresi selayaknya memang org yang belum tau, sambil sekali2 ber ‘ ooo’ ‘ ooo’ asal bukan auwouwooooo nanti dikira tarzan! hehehe. dari pada waktu kita bagi informasi tanpa diminta dia bersikap seakan2 sudah tau ; "ooo iya itu kalo kayak gitu memang harus begitu", padahal dari airmukanya klo diperhatikan dengan kepekaan maksimal yang kamu bisa, kamu bisa ngerasa kalo dia lagi menghapal informasi yang sedang kamu bagi. that suck! itu seperti kamu kasih makanan ke tetangga dan responnya seperti mengatakan ‘ooooo aku sudah pernah makan makanan kayak ginian, kok ngasih cuma yang beginian sih’. bukan karna hanya pengen dihormati, tapi saya yakin semua org ingin kebutuhannya untuk dihargai terpenuhi.

biarpun tanpa diminta ada orang yang kasih informasi yg berguna buat kita. saya rasa dia tetap berhak atas terpenuhinya kebutuhannya untuk dihargai. ucapan makasih sederhana sudah bisa, bahkan dengan tdk memberikan ekspresi ’saya sudah tau itu’ padahal belum tau saja sudah cukup.
well gak munafik, kadang kalo lagi pengen keliatan ok saya juga kasih ekspresi ’saya sudah tau itu’ padahal belum tahu, hihihi, perlu introspeksi juga nih! ilmu masih cetek begaya profesor! :P