pernah liat program2 seperti itu di internet?
kamu mendaftar jadi member dan bisa menjawab pertanyaan orang2 yang bersedia membayar untuk pertanyaannya dan kamu mendapatkan duit dari situ, ataupun sebaliknya, kamu membayar untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaanmu.
sebenarnya saya sadar setiap hal dan usaha ada harganya, untuk mendapatkan suatu pengetahuan tentu perlu usaha, dan kalopun kamu mendapatkan sesuatu informasi dengan mudah, maka itu seperti anugrah karena beberapa org yang lain mungkin medapatkan informasi serupa dengan yang kamu dapatkan dengan susah payah.
pertama melihat program2 seperti ini saya sedikit kecewa… karena terus terang saya berpikir apa saya harus keluar uang untuk setiap pertanyaan yang ada di kepala saya(prinsip ekonomi main nih… hehe), karena kadang kalo mau cari informasi lewat search enggina aja bisa. Di satu sisi program ini menghargai ilmu pengetahuan, bahwa setiap orang yang mengetahui sesuatu dihargai usahanya dalam pembelajarannya dalam bentuk uang. dari ilmu yang gampang memperolehnya (seperti how to ripping a CD), sampe ke yang susah (seperti bagaimana tahapan pesawat antariksa mendarat kembali ke bumi dengan aman :P), semua ada biayanya.
tapi tetap aja kok, ada orang yang baik bagi2 informasi dengan segitu gampangnya, seakan2 dia untuk belajar itu gampang aja, biarpun saya tahu pasti untuk dapet pengetahuan seperti itu pasti dia banyak lewat tahapan, sungguh hatinya baik sekali org seperti ini.
kadang aku berimajinasi begini: apa karna sekarang jaman informasi semua informasi harus arahnya ke duit? jangan2 kalo saya lagi di jogya trus tanya ama org di jalan; "mas, jalan ke borobudur arah mana?" "wah, mas kalo pertanyaan seperti itu di google answer dihargai hampir 1 dollar. gmn mas? mau?" hahahahaha :))
apa latar belakang org yang baik sekali mau bagi2 informasi gratis? mungkin dia sudah sampai pada pemahaman hidup ‘berguna bagi orang lain’. yg saya tahu kalo sebenarnya tahapan pemahaman hidup org bisa dilihat dari kontribusinya ke lingkungan, apakah kita bersosialisasi hanya untuk dapat manfaat untuk dirinya n jarang bermanfaat untuk org, apa kita bermanfaat untuk org hanya kalo kitapun lagi butuh manfaat dari org, atau merasa tak berguna kalo gak bermanfaat buat org. kadang yang terakhir ini seperti khayalan, apa ada sih yg seperti itu? org yang terakhir itu perasaan cuma aku liat di serial film silat cina jaman dulu waktu video masih pake kaset gede, yang dulu sering aku tonton, filem cina ngamuk kata bapak saya, karna banyak adegan laganya biarpun dramanya juga kuat (no offense, ini cuma guyonan bapak saya), btw waktu itu saya suka sekali filem silat cina klasik. tapi belakangan aku melihat tanda2 bahwa kemungkinan seperti itu memang ada, biasanya org spt itu orang yang tidak ikut dalam ‘perlombaan kehidupan’. bukan berarti dia tidak mampu, hanya saja mungkin dia tidak merasa penting untuk ikut. bukan berarti dia tidak punya apa2, hanya saja mungkin dia tau yang dia punya bukan hanya karena usahanya saja.
tapi setiap orang punya rasa kebutuhan untuk dihargai, dan puji2an yang wajar menjadi hak org yang ikhlas bagi informasi. seperti halnya bagi2 makan ke tetangga2. saya ingat waktu kecil dulu kadang2 suka disuruh anter2 makanan kalo ada makanan lebih ke tetangga2. reaksinya tentu lain2 dari yang terimanya datar2 aja. ampe yg kayak; "makasih ya dek, wah ini kue yang biasa ibu masak itu yah, wah asik nih, makasih ya!".
saya selalu senang ama org yang bertanya dengan terpuji, dalam arti gak gengsi waktu nanya, berekpresi selayaknya memang org yang belum tau, sambil sekali2 ber ‘ ooo’ ‘ ooo’ asal bukan auwouwooooo nanti dikira tarzan! hehehe. dari pada waktu kita bagi informasi tanpa diminta dia bersikap seakan2 sudah tau ; "ooo iya itu kalo kayak gitu memang harus begitu", padahal dari airmukanya klo diperhatikan dengan kepekaan maksimal yang kamu bisa, kamu bisa ngerasa kalo dia lagi menghapal informasi yang sedang kamu bagi. that suck! itu seperti kamu kasih makanan ke tetangga dan responnya seperti mengatakan ‘ooooo aku sudah pernah makan makanan kayak ginian, kok ngasih cuma yang beginian sih’. bukan karna hanya pengen dihormati, tapi saya yakin semua org ingin kebutuhannya untuk dihargai terpenuhi.
biarpun tanpa diminta ada orang yang kasih informasi yg berguna buat kita. saya rasa dia tetap berhak atas terpenuhinya kebutuhannya untuk dihargai. ucapan makasih sederhana sudah bisa, bahkan dengan tdk memberikan ekspresi ’saya sudah tau itu’ padahal belum tau saja sudah cukup.
well gak munafik, kadang kalo lagi pengen keliatan ok saya juga kasih ekspresi ’saya sudah tau itu’ padahal belum tahu, hihihi, perlu introspeksi juga nih! ilmu masih cetek begaya profesor!