Archive for October, 2006

Perlunya Tabayun (Konfirmasi)

Saturday, October 21st, 2006

Syahdan, Khalifah Harun al-Rasyid marah besar pada sahibnya yang karib dan setia, yaitu Abu Nawas. Ia ingin menghukum mati Abu Nawas setelah menerima laporan bahwa Abu Nawas mengluarkan fatwa: tidak mau ruku’ dan sujud dalam salat. Lebih lagi, Harun al-Rasyid mendengar Abu Nawas berkata bahwa ia khalifah yang suka fitnah! Menurut pembantu-pembantunya, Abu Nawas telah layak dipancung karena melanggar syariat Islam dan menyebar fitnah. Khalifah mulai terpancing. Tapi untung, ada seorang pembantunya yang memberi saran, hendaknya Khalifah melakukan tabayun (konfirmasi) dulu pada Abu Nawas.

Abu Nawas pun digeret menghadap Khalifah. Kini, ia menjadi pesakitan. “Hai Abu Nawas, benar kamu berpendapat tidak ruku’ dan sujud dalam salat?” tanya Khalifah dengan keras. Abu Nawas menjawab dengan tenang, “Benar Saudaraku.” Khalifah kembali bertanya dengan nada suara yang lebih tinggi, “Benar kamu berkata kepada masyarakat bahwa aku, Harun al-Rasyid adalah seorang khalifah yang suka fitnah?” Abu Nawas menjawab, “Benar Saudaraku.”

Khalifah berteriak dengan suara yang menggelegar, “Kamu memang pantas dihukum mati, karena melanggar syariat Islam dan menebarkan fitnah tentang khalifah!”

Abu Nawas tersenyum seraya berkata, “Saudaraku, memang aku tidak menolak bahwa aku telah mengeluarkan dua pendapat tadi, tapi sepertinya, kabar yang sampai padamu tidak lengkap, kata-kataku dipelintir, dijagal, seolah-olah aku berkata salah.”

Khalifah berkata dengan ketus, “Apa maksudmu, jangan membela diri, kau telah mengaku dan mengatakan kabar itu benar adanya!”

Abu Nawas beranjak dari duduknya, dan menjelaskan dengan tenang, “Saudaraku, aku memang berkata ruku’ dan sujud tidak perlu dalam salat, tapi dalam salat apa? Waktu itu, aku menjelaskan tata-cara salat jenazah yang memang tidak perlu ruku’ dan sujud.”

“Bagaimana soal aku yang suka fitnah?” tanya Khalifah. Abu Nawas menjawab dengan senyuman, “Kala itu, aku sedang menjelaskan tafsir ayat 28 surat al-Anfal, yang berbunyi ketahuilah bahwa kekayaan dan anak-anakmu hanyalah fitnah (ujian) bagimu. Sebagai sebagai khalifah dan seorang ayah, kamu sangat menyukai kekayaan dan anak-anakmu, berarti kamu suka “fitnah” (ujian) itu.” Mendengar penjelasan Abu Nawas yang juga kritikan, Khalifah Harun al-Rasyid tertunduk malu, menyesal dan sadar.

Rupanya kedekatan Abu Nawas terhadap Harun al-Rasyid menyulut iri dan dengki di antara pembatu-pembatunya. Kedekatan ini dibuktikan Abu Nawas memanggil Khalifah Harun al-Rasyid dengan kata “ya akhi” (saudaraku). Hubungan di antara mereka bukan antara tuan dan hamba. Pembantu-pembantu khalifah yang hasud ingin memisahkan hubungan akrab tersebut dengan memutarbalikkan berita.

Untuk itulah, bagi yang masih berakal sehat, akan langsung bertabayun kepada yang bersangkutan, bukan langsung menuduh, menyebarkan fitnah, apalagi melakukan tindak kekerasan. Bukankah menurut Al-Quran hanya orang fasiklah yang tidak mau bertabayun?

_________________________________________________________________________

sedih sekali kalo waktu2 yang harusnya dilalui dgn baik2 saja bersama temen, jadi rusak dengan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah kamu ucapkan dan maksudkan. kadang ketidakmampuanku untuk menyampaikan sesuatu dgn jelas menurut versi mayoritas memang membuka peluang untuk seseorang menanamkan image kepada diriku untuk memperjelas pemahaman yang sebetulnya berbeda dengan yang aku maksudkan saat diriku tdk ada untuk meluruskan.

untuk temen2 yang pernah melabrak diriku atas sesuatu yang menurut mereka tdk berkenan (baik ucapan ataupun perbuatanku). TERIMA KASIH. Jika aku memang salah, kalian membuka peluang untuk aku lsg meminta maaf. jika aku merasa telah disalahartikan aku bisa meluruskan lsg ke org yang bersangkutan.

SELAMAT IDUL FITRI yah!

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

(kayaknya lebih banyak batin deh, soalnya aku jarang gebukin org! hehehe…)

aku suka blog, aku blog browser

Thursday, October 19th, 2006

aku suka dengan blog.

bertambah satu lagi sarana untuk mengetahui kehidupan org lain dan mengambil hikmahnya tanpa harus benar2 mengenalnya.

kalo dulu harus baca buku2 untuk mengetahui alam pikiran org lain, sekarang dengan baca blog aja bisa, kalo tidak hanya org yang bisa membuat buku aja yang bisa diambil hikmah kehidupannya…

semakin mudahnya mendapatkan informasi tentang org lain menjadikan semakin banyak jalan untuk mengenal.

seperti kita berjalan disuatu jalan, beserta semua rumah2 di sisi kiri kanan jalan yang masing2nya punya pagar yang sangat berekspresi menunjukkan karakter pemilik rumahnya… bagiku sungguh menyenangkan…

adapun pagar2 yang tidak kusukai karakternya cukup dengan tidak usah memandangnya lama2 atau tidak sama sekali. tidak usah kumenghabiskan energi dengan membatin betapa mengganggunya penampakan pagar itu, atau kalo pemiliknya sedang dihalaman depan rumahnya aku menyempatkan diri untuk menyindir pagarnya yang menurutku tidak bagus, tidak dimengerti desainnya atau bikin silau mata, dll.

dan semua blog2 yang ada seperti pagar2 itu. pemilik blog yang aku suka cara penulisannya lebih sering aku datangi, dan yang aku tidak suka cukup dengan tidak usah dibaca (tapi terkadang malah aku tergoda untuk membacanya karena setelah dipikir2 cara berpikirnya unik, dan kadang cara berpikir yang terlalu berbeda dengan pribadi kita menimbulkan kesan tidak menyenangkan pada kesan awalnya, pdhl jg ada hikmahnya disitu (biarpun tdk harus setuju))

blog inipun seperti pagar rumah yang disebut diatas, tentu saja ada yang tidak setuju dengan tulisan diblog ini, tp yang tidak membuang2 energinya dengan membatin atau menyindir tak berhikmah (kritik tak membangun) tentu sudah menjaga hatinya, karena energi yang terbuang hanya digunakan untuk memanaskan hatimu, menyiksa diri sendiri.

Buat teman2 yang mau untuk menyatakan baik lsg maupun gak langsung kalo mereka membaca blogku dan tulisanku berkenan dihatinya. Terima kasih banyak. senang sekali mengetahui kalo paling tidak ada yg terhibur dengan blog ini.

‘manusia’2 kecil…

Wednesday, October 11th, 2006

aku tau kamu disitu ingin ada yang memperhatikan

tapi maaf aku merasa belum waktunya

kupikir jika kumembelaimu, akan akan selalu memikirkanmu

jika lama tak pulang aku akan berpikir siapa yang merawatmu…

aku tidak siap akan hubungan itu…

pulang dengan rasa bersalah jika merasa telah mengabaikanmu

kamu dan juga teman senasibmu, seperti manusia2 kecil yang berkeliaran mencari rumah dan kasih sayang.

jadi, maaf ya kalo eonganmu tak kuperhatikan, bahkan kadang kamu kuusir dengan kasar…

kadang kalo kulagi benar2 kasihan kulempar sedikit makanan, tapi kutetap berharap kamu gak kembali lagi…

cari sana, rumah yang lebih siap untuk dirimu, yang sudi menyisihkan sedikit waktu dan perasaannya buatmu, aku belum siap…

coba kamu bisa ngomong, pasti kamu juga menuntut zakat fitrah yang lebaran nanti dibagi2kan buat yang berhak.

pasti kamu bilang "huh, aku kan juga fakir miskin, liat, aku gak punya rumah, pekerjaanku cuma ngemis ke manusia, aku sudah terlalu lama dipelihara oleh manusia sehingga aku lupa dimana habitat asliku, juga ketergantunganku ke manusia menjadi tinggi. kenapa gak kalian manusia gak usah pelihara kami dari dulu?"

intinya, aku sebenarnya sayang padamu, tapi aku gak mau menunjukkannya, aku tak mau kamu mengharapkanku… cari sana rumah yang lebih siap untuk dirimu… walaupun aku sebenarnya juga mengeong seperti dirimu…

cuma mau makan…

Friday, October 6th, 2006

"mas, minumnya apa?"

"air putih aja ya…"

kadang balik… kadang tidak…       

mungkin 1-2 tahun lagi… :)

iya, aku memang lugas.

Tuesday, October 3rd, 2006

eh, dia minta di tuakan? iya sih… diakan emang orang tua (baca: org yg sudah tua) :)

dan jangan takut untuk di cap brengsek

karna brengsek adalah milik semua umur (kalo kaset pidio itu kaset gaban, saripan, ama google V, ohya, unyil juga  :P)

kalo gak mau dibrengsekin ya harus lupa ama umur deh…

bukan jamannya lagi cuma gara2 dia tua, terus dia boleh duduk atas sendirian trus yang yang lainnya pada di bawah…

trus mentang2 dia tua, trus dia gak mungkin berbuat sesuatu yang merugikan gw?

trus buat apa dia buat jurang tua dan muda…

mau lu ditekan cuma gara2 lu lebih muda?