tujuan makan adalah untuk mengenyangkan dan menyenangkan hati dengan cita rasanya, namun semua tergantung kepada SIAPA yang memasaknya…

Orang Islam itu kebanyakan sakit jiwa.

    Saya nyebutnya delirium paranoida.

    Mereka itu bukan hanya bodoh, goblok, dungu dan tolol, tapi
    sakit jiwa.

    Mereka merasa terkepung, merasa diancam oleh apa saja

    Mereka mengira ada Yahudi yang menindas Islam dimana-mana, ada bahaya kristenisasi dimana-mana..

    Ada yang takut logo Coca-cola (saya baca di sabili) atau logo
    Nike yang katanya mirip dengan Allah dalam tulisan  Arab.

    Takut Tuhan yang padahal, menurut al-Quran, pengasih  dan
    penyayang.

    Takut, takut, takut.

    Takut mikir, takut jadi pinter, takut.

    Takut ngeloco, (laki-laki) takut lihat paha dan buah
    dada atau puser perempuan, takut ngaceng.

    Ngajeng aje takut.

    Ngeloco aja takut.

    Takut.

    Hidup orang Islam itu penuh ketakutan.

    Dan takut dengan film

    Ketakutan ini adalah gejala penyakit jiwa: delirium paranoida..

    JD tidak sama sekali salah bila dia bilang bahwa orang Islam itu
    pada gila.

    Takut.

    Takut.

    Ini berbeda dengan orang Nasrani: Film P.P. Pasolini yang
    mengejek gereja (Theorama) justru dikasih hadiah oleh
    Vatikan……..

    Ada sih orang Nasrani yang gila juga, fundemntalis, yang tiap
    kali nuntut film ini dilarang, atau posternya diganti (Film
    Larry Flint yang posternya menggambarkan Yesus di salib di antara
    dua paha perempuan, tapi ini kekecualian.Saya nyesel ngak nonton
    tu film).

    Saya ulangi: JD tidak salah, orang Islam itu banyak yang gila.

    Sedeng.

    Sinting.

    Nggak waras.

    Bukan hanya goblok, tolol,dungu dan bodoh.

    Dan gila berbahaya: sejak seminggu ini telah tiga orang -
    seingat saya - yang menghalalkan darah manusia di mailing list
    PmB.

Jusfiq
______________________________________________________________

yang baca jangan emosi dulu. diatas adalah tulisan dari seseorang didalam sebuah milis debat religi.

sebetulnya tidak salah kalo ada yang berpendapat seperti itu.

karena memang sebagian orang Islam seperti itu.

gw aja suka heran sama yang khotbah dimesjid kalo dia sampe harus jerit2 cerita tentang kristenisasi. mbok biarkan aja kalo ada agama yang mau promo. yang takut lahannya diambil kan berarti tidak siap dengan perbedaan.

na kalo simpati mau promo masak XL harus marah2. kan lucu.

lebih baik kita sebagai orang Islam ya diutamakan proaktif ke dalam. masih banyak banyak ‘urusan dalam’ yang mesti dibangun.

adanya kartunisasi nabi Muhammad SAW juga kalo marah2 kan gak asik. kalo diem2 aja kan yang niat menghina malah bingung. kok diem yaaaa….

kita bisa unjuk kekuatan dengan melawan.

tapi kita semua juga bisa unjuk kekuatan dengan diam.

kalo melawan dengan diam hasilnya sama saja. kenapa harus berdarah2?

2 Responses to “tujuan makan adalah untuk mengenyangkan dan menyenangkan hati dengan cita rasanya, namun semua tergantung kepada SIAPA yang memasaknya…”

  1. Jonathan Says:

    so intelectual i like it..brainstorming…keep ahead to find the final solution

  2. resa Says:

    thank u Jonathan

Leave a Reply