berhenti berharap
jangan tanya kenapa aku malas panjang lebar padamu
dalam hatikupun bertanya apa memang kamu memang ingin aku maju dan lebih dari padamu
atau egomu sering menang saat aku mencoba terbuka padamu? menceritakan hariku yang menurutku suatu kemajuan yang patut diceritakan dan berbagi kesenangan denganmu.
namun betapa hati ini terasa dingin saat semua ceritaku ditanggapi dengan mata yang tidak semangat, tidak ikut merasakan kebahagiaan.
sekali lagi akupun bertanya dalam hati… apa ini tentang egomu yang tersentuh…
apakah sebuah kemandirian akan menghancurkan egomu?
mulai saat dimana aku merasa sakit hati untuk bercerita antuasismeku
mulai saat itu juga hanya dua jawaban yang sering aku berikan pada apapun kegiatan yang kulakukan sebenarnya. pergi ke rumah teman, dan pulang dari rumah teman…
2 jawaban sederhana yang akupun mulai bosan mendengarnya terucap dari mulutku…
sulit dipercaya memang…