pernah dalam situasi dimana ada seorang marketing menjelaskan suatu produk kepadamu dengan semangat, mengimejkan suatu produk ke anda, bahwa produk itu hebat sekali, pasti sangat menguntungkan buat anda! sehingga kamu beli produk itu. dan sejalan dengan waktu, kamu menemukan produk itu tidak sebagus apa yang dipromosikan kepadamu.
seorang teman mungkin mengatakan "begitulah marketing, kalo lagi menjual kan ngomongnya yang bagus2 aja, yang jelek biar ditemukan customer sendiri, mereka tidak berbohongkan".
menurutku memang benar mereka tidak berbohong. tapi mereka curang…
mereka mengurangi timbangan…
LHO? Kok? emangnya jualan beras tomat kentang?
yah. produk yang gak bisa ditimbang oleh timbangan punya ‘timbangan’ tersendiri.
kalo kamu beli barang yang bisa ditimbang ditempat pembelian. kamu bisa liat timbangannya. pegang barangnya. setelah sesuai kamu bawa pulang. itu untuk barang2 sederhana yang untuk penilaiannya tidak sampai 5 menit. berat dan ‘berat’nya barang tersebut bisa langsung sama2 tahu antara pembeli dan penjual.
tapi untuk barang2 yang butuh pendalaman untuk mengetahui ‘berat’ dari barang tersebut. seperti mobil, produk2 investasi, alat2 kesehatan, dan lain2. yang mengetahui ‘berat’ dari barang tersebut hanyalah penjualnya. ‘berat’ barang tersebut bisa dimanipulasi dari kata2 sang penjual. dengan berkata2 manis(yang katanya tidak bohong, cuma tidak menyampaikan semuanya) pembeli mendapat imej bahwa ‘berat’ barang/produk tersebut adalah A, setelah produk dibeli dan pembeli benar2 mengenal produk yang dibelinya ternyata ‘berat’nya hanyalah sebesar B. apa itu namanya tidak mengurangi timbangan?
penjual haruslah menunjukkan ‘berat’ produk dgn menyampaikan semua informasi mengenai produk tersebut. biarlah pembeli tau saat transaksi, uang yang dikeluarkan digunakan untuk membeli produk seberat apa. jangan sampai setelah mengenali produk lebih jauh, ‘berat’nya berkurang….
berbisnis tidak harus tidak menyampaikan informasi benar mengenai kelemahan kan? (bahasa halusnya berbohong).